Selasa, 05 Desember 2017

Tugas 6





PERTIMBANGAN DALAM MENENTUKAN SUATU LOKASI BAIK UNTUK KANTOR PUSAT, GUDANG MAUPUN PABRIK

Secara umum pertimbangan untuk menentukan lokasi adalah sebagai berikut :
·         Jenis usaha yang dijalankan;
·         Dekat dengan konsumen atau pasar;
·         Dekat dengan bahan baku;
·         Ketersediaan tenaga kerja;
·         Sarana dan prasarana (tranportasi, listrik dan air);
·         Dekat lembaga permeritahan;
·         Dekat dengan lembaga keuangan;
·         Berada di kawasan industry;
·         Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan;
·         Kondisi adat istiadat, budaya dan sikap masyarakat setepat;
·         Hukum yang berlaku di wilayah setempat; Dan pertimbangan lainnya.

Untuk lokasi kantor pusat pertimbangan utamanya adalah berada di ibukota Negara atau propinsi yang tentunya dekat dengan pusat pemerintahan dan lembanga keuangan, tersedia sarana dan prasarana, serta dekat dengan pasar.

Sementara itu, pertimbangan khusus untuk lokasi pabrik paling tidak ada dua faktor penentu, yaitu:
1.       Faktor Utama (primer)

Pertimbangan utama dalam penentuan lokasi pabrik adalah :
·         Dekat dengan pasar;
·         Dekat dengan bahan baku;
·         Tersedia tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasi yang diinginkan;
·         Terdapat fasilitas pengangkutan seperti jalan raya, kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara;
·         Tersedia sarana dan prasarana seperti listrik;
·         Sikap masyarakat;

2.       Faktor Sekunder

Pertimbangan sekunder dalam penentuan lokasi pabrik adalah;
·         Biaya untuk investasi di lokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung;
·         Prospek perkembangan harga atau kemajuan di lokasi tersebut di masa yang akan dating;
·         Kemungkinan untuk perluasan lokasi;
·         Terdapat fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelajaan atau perumahan;
·         Iklim dan tanah;
·         Masalah pajak dan peraturan pemburuhan di daerah setempat.

Kemudian, pertimbangan untuk lokasi gudang yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :
·         Di kawasan industri;
·         Dekat dengan pasar;
·         Dekat dengan bahan baku;
·         Tersedia saran dan prasarana;
·         Transportasi.


7 CONTOH PELANGGARAN ETIKA BISNIS YANG DILAKUKAN DALAM LINGKUNGAN BISNIS

·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Hukum
·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Transparansi
·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Akuntabilitas
·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Pertanggungjawaban
·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Kewajaran
·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Kejujuran
·         Pelanggaran Etika Bisnis Terhadap Prinsip Empati



ALASAN ILMU MANAJEMEN SEMAKIN LAMA SEMAKIN PENTING

1.       Membentuk pandangan kita mengenai organisasi.
Mempelajari teori manajemen juga memberi petunjuk kepada kita di mana kita mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi dan manusia didalamnya.

2.       Membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha.
Mempelajari berbagai teori manajemen berdasarkan perkembangannya, kita dapat memahami bahwa setiap teori adalah karena berdasarkan lingkungannya yaitu ekonomi, sosial, politik dan pengaruh teknologi yang dirasakan pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan ini membantu setiap orang untuk memahami apa sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.

3.       Mengarahkan terhadap keputusan manajemen.
Mempelajari evolusi manajemen membantu memahami proses dasar sehingga dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada hakekatnya suatu teori merupakan asumsi-asumsi yang koheren/logis, untuk menjelaskan beberapa fakta yang diobservasi. Teori yang absah, dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi tertentu. Dengan adanya pengetahuan ini, kita bisa menerapkan teori manajemen yang berbeda terhadap situasi yang berbeda.

4.       Merupakan sumber ide baru.
Mempelajari perkembangan teori manajemen memungkinkan kita pada suatu kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari.



DAFTAR PUSTAKA

(05-12-2017 20.45)

(05-12-2017 21.07)


Tugas 5



PENTINGNYA ORGANISASI DALAM DUNIA BISNIS


Organisasi memiliki peranan penting dalam organisasi, kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, organisasi juga bisa menjadi alat saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan. Dengan adanya organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan.


MASALAH ORGANISASI SEHUBUNG DENGAN PERKEMBANGAN BISNIS

Sebuah usaha yang berkembang dari satu tempat akan menghadapi masalah yang baru dan lebih kompleks ketika mulai membuka cabang. Masalah ini dapat berupa permasalahn logistik, yaitu bagaimana mensuplai cabang usaha dengan barang dagangan atau bahan baku. Masalah ini dapat juga berupa pengawasan terhadap pegawai yang berada di cabang usaha. Semakin banyak cabang maka semakin besar pula permasalahan yang dihadapi.

ALASAN KEJUJURAN MERUPAKAN KATA KUNCI BAGI KEBERHASILAN DALAM KARIR PERDAGANGAN

  
Kejujuran adalah sikap yang sangat penting untuk diterapkan agar masyarakat dan orang lain bisa percaya dan yakin dengan usaha kita. Usaha yang dilandasi sikap kejujuran akan membawa dampak yang baik bagi usaha itu sendiri. Jujur bukan hanya membawa dampak baik bagi usaha namun mencipatakan seseorang untuk mengatakan jujur dengan kondisi yang sebenarnya




referensi

Selasa, 28 November 2017

Tugas 4

PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN ORIENTASI PASAR
PT. Sari Coffee Indonesia (Starbuck Indonesia)
PT. Djarum
PT.Danone Aqua

PERUSAHAAN YANG TIDAK BERORIENTASI PASAR
TO (International Trade Organization) atau WTO (World Trade Organization)
ASEM (Asia Eroupe Meeting)
AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan Bebas Asia Tenggara

ALASAN ORIENTASI PASAR DAN YANG TIDAK BERORIENTASI PASAR AKAN BERHASIL DALAM JANGKA PANJANG
Orientasi pasar  akan berhasil dalam jangka panjang karena orientasi pasar merupakan suatu keharusan untuk bertahan hidup bagi perusahaan di lingkungan yang dinamis dan penuh dengan persaingan. Perusahaan pada kondisi intensitas persaingan yang tinggi dan sejalan dengan meningkatnya pesaing global sangat diperlukan strategi orientasi pasar, perusahaan dengan orientasi pasar yang minimum akan kalah bersaing dengan perusahaan pesaing.

ALASAN PERUSAHAAN PERLU MENERAPKAN CMR DAN KEUNTUNGANNYA
CRM memastikan pemanfaatan sumber daya yang efisien terutama mengenai hal tenaga kerja. Software CRM akan meminta pengguna untuk melakukan tindak lanjut dan mengirim lansiran secara otomatis disaat terjadi kejadian penting. Keuntungannya yaitu meningkatkan nilai perusahaan dan  membantu dalam mengembangkan produk




Referensi



Kamis, 26 Oktober 2017

Tugas 3


Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.
Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.
Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di mana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan.Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara.


Bidang - Bidang Akuntansi

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Uraian dari Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) adalah bidang akuntansi yang memiliki kegiatan seperti mencatat semua kegiatan financial yang berkaitan dengan akuntansi atau yang sudah di khususkan untuk memproses pencatatan ekonomi secara keseluruhan seperti pencatatan transaksi keuangan hingga penyajian data yang sudah menjadi bentuk laporan keuangan perusahaan.
Laporan keuangan dari Akuntansi keuangan (Financial Accounting) yaitu Neraca, Laporan Laba Rugi (R/L), Laporan perubahan modal atau Laba yang di tahan selama jangka waktu tertentu.
Akuntansi keuangan (Financial Accounting)  memiliki hubungan dengan pelaporan suatu keuangan dengan pihak – pihak yang berada di luar perusahaan yang memang sangat membutuhkan untuk memberikan informasi yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang memiliki sifat rasional dan relevan. Laporan yang akan di hasilkan oleh bagian akuntansi keuangan (Financial Accounting) memiliki sifat umum atau juga sering disebut (General purpose).
Sehingga bisa disimpulkan bahwa tujuan utama dari bidang Akuntansi keuangan (Financial Accounting) adalah untuk menyajikan suatu data dari semua transaksi keuangan yang terjadi pada suatu periode tertentu pada perusahaan dan membuat suatu laporan keuangan (Finance statment).
Akuntansi keuangan ini juga sering disebut dengan akuntansi umum. Akuntansi Keuangan diutamakan untuk konsentrasi dalam penyajian suatu data yang sudah di bentuk ke dalam laporan keuangan atau Finance statement yang akan diberikan kepada pihak di luar perusahaan, seperti investor, kepada pemegang saham, dirjen pajak, bank , ataupun pihak – pihak lainnya.
Untuk penyajian data, bidang akuntansi keuangan ini wajib untuk mengikuti suatu kaidah umum yang berlaku yang berada di dalam standar akuntansi keuangan.

2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Sedangkan yang dimaksud dari akuntansi pemeriksaan (auditing) adalah bidang akuntansi yang memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan dari hasil yang telah di catat dan laporan keuangan dari suatu badan, laporan bisa dari perusahaan dan bisa juga dari pemerintah.
Akuntansi pemeriksaan ini adalah bidang yang berhubungan langsung dengan bagian audit secara bebas untuk mendapatkan informasi akuntansi yang akan di sajikan nanti sehingga informasi akuntansi tersebut bisa di sajikan dan dapat di percaya tetapi juga memiliki tujuan yang lain seperti taat terhadap kebijakan yang ada, mematuhi prosedur dan penilaian efesiensi dan efektifitas dari suatu kegiatan. Konsep dari akuntansi keuangan atau auditing adalah objektifitas dan independensi yang berasal dari suatu pemeriksaan dan kerahasiaan dari pengumpulan suatu bukti – bukti yang sangat relevan.
Kegiatan yang akan di lakukan oleh bagian auditing adalah memeriksa setiap pencatatan suatu transaksi yang telah terjadi dan juga memastikan bahwa pencatatan dari setiap transaksi sudah sesuai dengan data yang ada, sudah sesuai dengan peraturan – peraturan dalam bidang akuntansi yang berlaku. Sehingga dalam melakukan suatu pekerjaan, auditor akan menggunakan standar yang umum.

3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Akuntansi Manajemen (Manajemen Accounting) adalah salah satu bidang akuntansi yang memiliki tujuan untuk memberikan suatu informasi yang berkaitan kepada manajemen dalam menjalankan suatu usahanya. Banyak hal yang terdapat dalam akuntansi biaya yang semua data – datanya bisa dimanfaatkan oleh akuntansi manajemen. Akuntansi dan Akuntansi manajemen memang berbeda dalam pencapaian suatu tujuan tetapi dalam melakukan pelaksanaannya bisa dilakukan dengan cara bersamaan.
Disini bisa dilihat ada beberapa kegunaan dari akuntansi manajemen (manajemen Accounting) yaitu untuk mengendalikan suatu kegiatan dari perusahaan, memonitori arus kan dari perusahaan, dan juga untuk menilai alternatif dalam pengambilan suatu keputusan. Dalam pengendalian suatu perusahaan dengan melalui aktivitas yang di jalan kan atau sering di sebut dengan activity based management yang merupakan tren baru dari akuntansi manajemen.
Sehingga bisa di simpul kan dari bagian akuntansi manajemen (Management Accounting) adalah suatu cabang dari akuntansi yang memiliki tugas khusus untuk memberikan bantuan pihak internal suatu perusahaan dalam menentukan kebijakan.
Bidang akuntansi manajemen ini juga akan memberikan data yang real kepada pihak manajemen untuk di gunakan sebagai bahan yang akan di bahas untuk menentukan arahan kebijakan perusahaan nanti kedepan nya terutama untuk urusan finansial. Akuntansi manajemen ini tidak terlalu membutuhkan standar yang khusus, karena biasanya hanya sesuai dengan perusahaan.

4. Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi Biaya (Cost Accounting) adalah salah satu bidang akuntansi yang memiliki tugas untuk mencatat serta menghitung dan menganalisis dari suatu data yang berada pada perusahaan industri yang dalam usahanya menentukan berapa besar dari harga pokok produksi dari suatu barang atau dari suatu produk.
Maka dari itu dengan menggunakan akuntansi biaya maka akan mendapatkan laporan harga sehingga bisa di gunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan. Dalam bidang akuntansi biaya ini maka bisa menekankan pada penetapan dan mengontrol dari biaya. Akuntansi biaya juga telah memberikan pengarahan pada penetapan untuk menganalisis data yang mengenai biaya, baik biaya yang telah terjadi ataupun biaya yang baru akan terjadi.
Akuntansi biaya ini memang sangat di butuhkan di perusahaan manufaktur yang biasanya memproduksi bahan – bahan yang masih mentah dan di proses menjadi bahan yang sudah jadi. Sehingga sangat di perlukan efisiensi sehingga  akan menghasilkan hasil yang maksimal yang akan meningkatkan laba suatu perusahaan.

5. Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan adalah bagian yang akan mempersiapkan data yang akan digunakan untuk perhitungan pajak suatu perusahaan, salah satu bidang akuntansi yang akan menekankan pada suatu masalah pajak yang wajib di bayar oleh perusahaan atau yang akan di bayar oleh perseorangan kepada pemerintah. Karena dalam perpajakan akan di bahas suatu hukum – hukum yang berkaitan serta perhitungan – perhitungan dalam melakukan suatu usaha sehingga bisa mengetahui berapa besarnya pajak yang akan di bayarkan. Dalam bidang akuntansi perpajakan ini yaitu menyusun surat pemberitahuan dari pajak dan juga mempertimbangkan suatu konsekuensi perpajakan dari suatu transaksi usaha yang sudah di rencanakan oleh suatu perusahaan.
Tujuan dari bidang akuntansi pajak ini adalah agar suatu perusahaan bisa membayar pajak sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah, dan juga untuk menyajikan hubungan dari sebuah transaksi – transaksi terhadap tarif serta pajak yang sudah ada.
Akan tetapi pada dasarnya ada beberapa kasus, bagian akuntansi perpajakan bisa di gunakan untuk meminimalisir besarnya suatu pajak yang wajib dibayar kepada pihak pemerintah akan tetapi tidak akan melanggar peraturan perpajakan yang telah di tetapkan. Karena secara teknis bagian dari akuntansi perpajakan ini sangat berkaitan dengan SPT, yaitu pembayaran SPT, baik pembayaran PPh atau pembayaran PPn.

6. Peranggaran (Budgeting)

Peranggaran atau yang sering di sebut dengan anggaran (budgeting) adalah bidang dari akuntansi yang akan melakukan suatu kegiatan dengan cara menyusun suatu anggaran, baik dari anggaran pendapatan maupun anggaran dari biaya dasar. Peranggaran ini juga memiliki pedoman, suatu pedoman tertentu ataupun pedoman yang standar dari suatu badan. Anggaran merupakan salah satu pedoman bagi suatu perusahaan , perorangan atau pemerintah sendiri dalam melakukan suatu kegiatan yang finansial nya berada di masa yang akan datang nanti.
Dalam bidang bidang peranggaran ini bisa berhubungan langsung dengan penyusunan rencana keuangan yang mengenai kegiatan dari suatu perusahaan yang akan di gunakan dalam jangka waktu yang tertentu bisa di juga untuk masa yang akan datang dan juga menyertai analisis dan pengawasan nya. Anggaran sendiri adalah sarana untuk menjabarkan suatu tujuan dari perusahaan, anggaran ini bisa berisi tentang rencana suatu kegiatan yang akan di laksanakan oleh suatu perusahaan dan juga nilai uang di masa yang akan datang.
Sehingga bagian akuntansi peranggaran ini juga memiliki tugas yang untuk menguraikan suatu keuangan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang telah di dasarkan pada sistem pengawasan serta analisa. Akuntansi peranggaran ini bisa disebut juga bagian dari salah satu akuntansi manajemen.

7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Akuntansi pemerintahan (Governmental Accounting) adalah salah satu bidang akuntansi yang digunakan untuk menerapkan di lembaga pemerintahan. Akuntansi pemerintahan ini memiliki tujuan untuk menyajikan suatu laporan keuangan, pengendalian serta memberikan pengawasan keuangan pemerintah atau keuangan negara.
Akuntansi pemerintahan ini juga di harapkan untuk bisa mengatur suatu administrasi keuangan negara atau keuangan pemerintah dengan sebaik mungkin. Dalam bidang ini hanya di khususkan dari dalam melakukan pencatatan dan memberikan pelaporan suatu transaksi – transaksi yang terjadi di badan pemerintahan / negara. Akuntansi pemerintahan juga menyediakan laporan dari akuntansi tentang suatu aspek dalam pengurusan dari administrasi keuangan pemerintahan atau keuangan negara.
Dalam akuntansi pemerintahan ini memiliki tugas untuk menyajikan suatu informasi yang sudah berupa data akuntansi yang berasal dari berbagai aspek pengolahan keuangan pemerintah dan kemudian akan melakukan suatu pengendalian pengeluaran anggaran.


8. Akuntansi Pendidikan (Education Accounting)

Akuntansi pendidikan atau yang sering di sebut dengan education accounting adalah salah satu bidang akuntansi yang memiliki bidang khusus yaitu yang akan diarahkan di bidang pendidikan. Akuntansi pendidikan ini biasanya mengajar akuntansi, memberi pengetahuan tentang akuntansi, Cara penyusunan kurikulum pendidikan, atau hal lain yang masih berhubungan dengan ilmu akuntansi.
Sehingga akuntan yang bergelut di dunia pendidikan bisa disebut dengan bagian bagian akuntansi pendidikan atau education accounting. Dalam akuntansi pendidikan ini juga memiliki peran serta fungsi akuntansi di dalam dunia pendidikan yaitu untuk menyediakan suatu informasi yang memiliki sifat kuantitatif, terutama yang memiliki sifat keuangan sehingga dapat di gunakan untuk pengambilan suatu keputusan ekonomi dalam entitas pendidikan.
Siklus dari akuntansi pendidikan adalah laporan keuangan yang akan di jadikan hasil laporan yang terakhir dalam proses akuntansi, yaitu aktivitas pengumpulan dan pengolahan suatu data keuangan yang akan di sajikan dalam bentuk laporan suatu keuangan atau ikhtisar lainnya yang dapat digunakan sebagai alat untuk membantu dalam membuat keputusan atau pengambilan keputusan. sehingga untuk menyusun suatu laporan keuangan yang akan dipertanggungjawabkan nantinya dan dapat di terima secara umum, maka prinsip dari akuntansi, prosedur, metode, dan juga teknik dari semua yang dicakupkan dalam ruang lingkup akuntansi maka bisa dinamakan siklus akuntansi.

Laporan keuangan
         
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. 
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

1. Neraca

Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan (bahasa Inggris: balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:

aset = liabilitas + ekuitas

    Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi.

2. Laporan Laba Rugi

Laba atau rugi merupakan hal yang sangat penting diketahui oleh perusahaan, untuk melihat apakah kegiatan operasional yang dilakukan selama ini berhasil atau tidak. Laporan laba rugi atau yang biasa disebut Income Statement adalah laporan yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai hasil yang didapat oleh perusahaan dalam periode tertentu, apakah mendapat laba atau justru merugi.
Posisi laba atau rugi dilihat dari perbandingan jumlah pendapatan yang diperoleh dengan beban biaya yang dikeluarkan perusahaan. Jika pendapatan yang diperoleh perusahaan lebih besar dari total beban biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan berada pada posisi laba. Dan sebaliknya, jika yang lebih besar justru beban biaya yang dikeluarkan perusahaan dibanding pendapatan yang masuk; tentunya perusahaan berada dalam posisi rugi.
Pada umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step, Anda hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode yang berlaku.
Sedangkan, pada metode multiple step, pendapatan dipisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal dari kegiatan pokok) perusahaan dan pendapatan non operasional (yang berasal dari luar kegiatan pokok) perusahaan. Pembagian kategori tersebut juga berlaku pada beban atau biaya.

3. Laporan Perubahan Ekuitas atau Modal

Dalam menjalankan operasional perusahaan, tentunya modal awal yang ditanam akan mengalami perubahan. Perubahan ini terjadi karena modal harus digunakan dalam menjalankan roda perusahaan, juga karena adanya penambahan dari laba yang didapat, penggunaan modal untuk kepentingan pemilik perusahaan, atau hal lainnya.
Laporan perubahan modal atau yang biasa disebut Capital Statement dalam istilah akuntansi merupakan jenis laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai perubahan modal atau ekuitas perusahaan dalam periode tertentu. Laporan perubahan modal ini berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar perubahan modal yang terjadi dan apa yang menyebabkan perubahan tersebut terjadi.

4.Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan ini sangat penting untuk mengetahui perputaran arus dana yang berada di perusahaan, kemana dana atau kas pergi dan dari mana kas masuk. Hal ini supaya perusahaan dapat mengontrol dana atau kas perusahaan yang dimiliki selama ini. 
Laporan arus kas atau Cash Flow berfungsi untuk memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar.
Laporan mengenai arus kas masuk dapat dilihat dari beberapa sumber, yaitu hasil dari kegiatan operasional dan kas yang diperoleh dari pendanaan atau pinjaman. Sedangkan arus kas keluar dapat dilihat dari berapa banyak beban biaya yang dikeluarkan perusahaan, baik untuk kegiatan operasional atau investasi pada bisnis lain.

5. Laporan Atas Laporan Keuangan

Laporan atas laporan keuangan ini merupakan laporan yang dibuat untuk memberikan penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang dibuat. Laporan ini dibuat untuk merincikan penjelasan mengenai hal-hal yang tertera di laporan-laporan lainnya dan alasan mengapa hal-hal tersebut dilakukan.
Misalnya pelaksanaan kebijakan keuangan dan akuntansi tertentu yang digunakan, rincian pos-pos keuangan, kontrak-kontrak hutang yang dimiliki perusahaan, dan lain sebagainya. Dengan adanya laporan atas laporan keuangan ini dapat memudahkan pembacanya memahami isi dari laporan keuangan yang sudah dibuat.
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.


Syarat Laporan Keuangan

1.     Relevan, artinya setiap laporan keuangan harus seuai dengan maksud penggunaanya sehingga bisa bermanfaat.
2.     Dapat dimengerti, artinya dalam menyusun laporan keuangan harus menggunakan istilah atau bahas sederhana dan mudah dimengerti.
3.     Daya uji, setiap laporan yang dihasilkan harus dapat diuji kebenarannya oleh pengukur independen
4.     Netral, setiap laporan tidak boleh berpihak kepada salah satu pengguna saja.
5.     Tepat waktu, laporan keuangan harus disajikan sedini mungkin sehingga dapat di jadikan dasar pengambilan keputusan perusahaan
6.     Daya banding, laporan tersebut dapat dibandingkan dengan laporan perusahaan pada periode sebelumnya.
7.     Lengkap, laporan keuangan harus menyajikan fakta keuangan yang penting serta menyajikan dengan cara yang tepat agar tidak menyesatkan pembaca.


Referensi 







KOMPARASI KORUPSI DI INDONESIA, MALAYASIA DAN KOREA

1. SKOR CPI INDONESIA, MALAYSIA DAN KOREA TAHUN 2016-2020 Dari hasil tabel dan diagram diatas dapat diketahui...