PENGANGGURAN
Pengangguran atau tuna
karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang
mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang
yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
PENYEBAB PENGANGGURAN
1.
Adanya
Ketidakseimbangan Antara Lapangan Kerja Dengan Jumlah Tenaga Kerja.
Semakin
lama jumlah tenaga kerja semakin meningkat. Jumlah lulusan sarjana hingga
master bahkan sulit memiliki pekerjaan karena sedikitnya jumlah lapangan kerja
yang tersedia. Salah satu contoh jurusan yang lulusan sarjananya banyak
menganggur adalah sarjana hukum.
2.
Kurangnya Pendidikan
dan Keterampilan
Kurangnya
pendidikan menyebabkan seseorang sangat sulit untuk diserap sebagai tenaga
kerja. Orang yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi biasanya hanya akan
berakhir sebagai pekerja kasar. Jika pekerjaan kasar tidak ada dan tidak
memiliki jiwa pengusaha, maka seseorang bisa menjadi pengangguran abadi.
3.
Kemiskinan
Istilah
yang kaya tambah kaya dan yang miskin semakin miskin bukanlah isapan jempol
belaka. Orang-orang yang berlatar belakang dari keluarga yang miskin umumnya
juga akan miskin karena tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan, atau
tidak memiliki cukup bekal untuk merantau. Akhirnya, hal yang akan mereka
lakukan hanyalah menganggur. Kemiskinan menjadi salah satu biang kerok penyebab
terjadinya pengangguran di Indonesia.
4.
Domisili Yang
Jauh Dari Tempat Yang Banyak Membuka Lapangan Kerja
Daerah yang
kurang berkembang biasanya akan menjadi sarang bagi banyak pengangguran.
Orang-orang yang ada di daerah terpencil biasanya memiliki keinginan untuk
sukses yang besar. Namun, apa daya jika domisili mereka jauh dari kampong
halaman dan tidak memperoleh restu untuk mengadu nasib di tanah rantau.
Akhirnya, orang seperti ini akan berakhir menjadi pengangguran.
5.
Terjadinya
PHK
Salah satu
momok paling ditakuti oleh karyawan swasta adalah PHK atau pemutusan hubungan
kerja. PHK menjadi salah satu penyebab terjadinya pengangguran karena biasanya
orang yang telah di PHK akan kehilangan lapangan kerja dan sulit menemukan
tempat kerja yang baru.
6.
Keberadaan
Pasar Global Yang Lebih Bebas
Di era
pasar global dan perdagangan global yang begitu bebas, maka pengangguran akan
menjadi salah satu masalah besar. Perusahaan asing cenderung memasukkan pekerja
dari negara mereka dari pada menggunaka tenaga kerja asli. Akhirnya, masyarakat
asli hanya menjadi pengangguran.
7.
Tingginya
Tingkat Kemajuan Teknologi dan Informasi
Adanya
kemajuan teknologi di satu sisi memang kerja semakin efisien tetapi di sisi
lain tenaga kerja akan banyak kehilangan pekerjaannya. Sebagai contoh untuk
mengetik sebuah majalah dengan adanya pembatasan waktu dibutuhkan banyak orang,
tetapi dengan munculnya komputer, maka pengetikan tersebut cukup dengan satu
orang, yang berarti sebagian tenaga kerja tersebut terpaksa tidak bisa
melanjutkan pekerjaannya karena sudah digantikan mesin.
8.
Menurunnya
Permintaan Tenaga Kerja
Semenjak
krisis moneter yang terjadi akhir tahun 1997 yang lalu, tingkat pengangguran di
Indonesia semakin tinggi, salah satu penyebabnya adalah banyaknya
perusahaan/pabrik tutup. Tutupnya perusahaan ini memang karena situasi dan
kondisi terutama bagi perusahaan yang bahan bakunya mengimpor dari luar.
Pengangguran besar- besaran dapat terjadi jika tingkat pembelanjaan dalam suatu
perekonomian turun drastis. Oleh sebab itu salah satu cara untuk mengatasinya
agar jumlah pengangguran ini terkendali adalah membeli barang-barang buatan
sendiri.
9.
Adanya Kelemahan
Dalam Pasar Tenaga Kerja
Seperti
yang kita ketahui bersama bahwa motif tenaga kerja di dalam bekerja adalah
untuk mendapatkan upah atau gaji. Sampai sejauh mana pekerjaan itu dilakukan
tergantung pada sampai seberapa besar tingkat upah yang diterima. Hal ini
berarti harus ada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan pihak pekerja
dalam menjalankan pekerjaannya. Namun pada kenyataannya posisi tawar pekerja
sangat lemah sehingga muncul apa yang dinamakan ketidakadilan. Untuk
mengantisipasi ketidakadilan tersebut dibentuklah serikat pekerja yang
tujuannya melindungi hak-hak para pekerja. Di pihak lain pemerintah sebagai
penentu kebijakan seringkali dianggap terlalu ikut campur tangan dalam pasar
tenaga kerja. Dengan demikian serikat pekerja dan pemerintah karena perannya
tersebut secara tidak langsung menimbulkan munculnya pengangguran.
10. Kurangnya Informasi Tentang Lowongan Pekerjaan
Pemerintah
beserta pihak swasta sepakat untuk membuka luas informasi tentang lowongan
pekerjaan yang tersedia. Jika kita pergi ke kantor-kantor atau ke tempat-tempat
umum yang strategis, di sana terdapat papan pengumuman yang berisi di antaranya
adalah informasi mengenai lowongan pekerjaan. Begitu juga media-media baik itu
media cetak maupun media radio dan televisi ataupun media yang lainnya, di sana
juga seringkali memampangkan informasi lowongan pekerjaan.
PROGRAM PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENGANGGURAN
Setiap
warga negara berhak mempunyai pekerjaan dan memiliki kehidupan yan layak
seperti hal nya tercantum pada pasal 27 UUD 1945 yang berbunyi ” Tiap-tiap
warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, maka pemerintah
wajib menyediakan lapangan kerja dan melindungi hak-hak tenaga kerja”. Oleh
karena itu pemerintah harus dapat memberikan berbagai solusi dan berupaya untuk
menurunkan atau mengatasi masalah pengangguran yang ada. Berikut ini beberapa
upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran yaitu
sebagai berikut:
1.
Menciptakan
Lapangan Pekerjaan Seluas-luasnya
Terjadinya
masalah pengangguran disebabkan karena tidak seimbangnya perbandingan antara
lapangan pekerjaan dan tenaga kerja. Oleh karena itu salah satu upaya yang
dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan
seluas-luasnya. Menurut ahli ekonomi yaitu Prof. Soemitro Djoyohadikoesoemo
berpendapat bahwa mempeluas kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu yang pertama dengan cara mengembangkan industri padat karya dan yang
kedua dengan menyelenggaraka proyek pekerjaan umum. Cara yang pertama yaitu
dengan mengembangkan industri, pengembangan industri dapat dilakukan dengan
cara meningkatkan modal asing dan juga modal dalam negeri. Dan cara kedua yaitu
dengan menyelenggarakan proyek pekerjaan umum contohnya seperti proyek dalam pembuatan
jalan tol. Selain itu cara lain pemerintah untuk membuka kesempatan kerja
yaitu dengan mengirimkan tenaga kerja yang ada di Indonesia untuk bekerja di
luar negeri dengan melalui departemen tenaga kerja ataupun melalui jasa tenaga
kerja.
2.
Meningkatkan
Kualitas Tenaga Kerja
Salah satu
faktor kenapa tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi yaitu keterampilan
atau kinerja setiap tenaga kerja. Oleh karena itu sangat perlu seorang
pengangguran meningkatkan kualitas tenaga kerjanya agar tingkat pengangguran
berkurang. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga
kerja yaitu dengan cara latihan untuk pengembangan profesionalisme tenaga
kerja, selain itu dengan mencoba latihan magang di tempat kerja, dan cara yang
sangat ampuh untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yaitu dengan meningkatkan
kualitas pendidikan masyarakat setempat dan juga menyesuaikan bakat yang
dimiliki masyarakat dengan usaha baik itu melalui pendidikan formal, kursus,
ataupun lain-lain.
3.
Mengadakan
Proyek Magang Bagi Calon Tenaga Kerja
Salah satu
cara pemerintah untuk mengurangi penganggura yaitu dengan mengadakan suatu
proyek magang bagi calon tenaga kerja. Dengan adanya pelatihan pada magang maka
calon tenaga kerja akan menjadi lebih terampil dan akan membantu mengatasi
masalah pengangguran. Selain itu dengan cara mengadakan berbagai pelatihan
sesuai dengan kebutuhan masing-masing para pencari kerja.
4.
Meningkatkan
Kesejahteraan Tenaga Kerja
Upaya
pemerintah yang keempat untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu dengan
meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Adapun cara yang dapat dlakukan untuk
meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja yaitu dengan cara mengikutikan semua
pekerja kepada asuransi jaminan sosial, menyarankan setiap perusahaan untuk
dapat meningkatkan keselamatan kerja, mewajibkan setiap perusahaan yang ada
untuk dapat memenuhi hak tenaga kerja, dan cara terakhir ayitu dengan
menetapkan adanya upah minimum regional.
5.
Pengembangan
Sektor Informal
Upaya
Pemerintah dalam mengatasi pengangguran yaitu dengan mengembangkan usaha pada
sektor informal. Sektor informal biasanya banyak ditemukan di negara-negara
berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang sehingga dengan
mengambangkan setor informal akan membantu dalam mengatasi masalah
pengangguran. Sektor informal sangat cocok digunakan untuk upaya pengangguran
sebab pada sektor informal untuk bekerja pada sektor informal tidak harus
memiliki pendidikan yang tinggi. Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat membuat
beberapa perusahaan pada sektor formal mengalami kendala dalam menyediakan
kesempatan kerja. Akan tetapi ada beberapa negara berkembang yang
berpendapat bahwa sektor informal ini merupakan sebuah lambang dari
keterbelakangan suatu negara. Akan tetapi jika kita berpikir optimis maka
dengan adanya sektor ini sangat membantu dalam mengatasi pengangguran.
6.
Pengembangan
Program Transmigrasi
Transmigrasi
adalah proses perpindahan suatu penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain.
Dengan adanya transmigrasi maka dapat mengurangi tingkat pengangguran, hal ini
disebabkan akan terjadi kemerataan jika dilakukan pengembangan program
transmigrasi. Dengan adanya program transmigrasi maka selurh penjuru di
Indonesia dapat saling mendapatkan pekerjaan, maka para pencari kerja dapat
dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kita.
7.
Meningkatkan Investasi
Cara yang
terakhir yaitu dengan meningkatkan investasi. Apa hubungannya investasi dengan
pengangguran?. Investasi merupakan salah satu hal pokok yang sangat penting
dalam sebuah sistem perekonomian. Dengan adanya investasi yang meningkat, maka
bisnis yang ada suatu negara akan terus berkembang. Dengan berkembangnya suatu
bisnis maka akan dapat banyak menciptakan lapangan pekerjaan sehingga
pengangguranpun akan berkuranG.
IDE DAN GAGASAN
Masalah pengangguran
di Indonesia sangatlah serius, untuk mengurangi tingkat pengangguran, maka
harus ada peran pemerintah. Pemerintah harus bisa mengeluarkan kebijakan yang
bisa terciptanya lapangan pekerjaan, serta menjalankan kebijakan yang konsisten
tersebut dengan sungguh-sungguh sampai terlihat hasil yang maksimal. Pemerintah
memberikan penyuluhan, pembinaan dan pelatihan kerja kepada masyarakat untuk
bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sesuai dengan kemampuan dan
minatnya masing-masing untuk mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan
kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan. Selain dari pemerintah, masyarakat
juga harus ikut berpartisipasi dalam upaya pengurangan jumlah pengangguran yang
terjadi di Indonesia.
Referensi :
Referensi :
( Sabtu, 28 April 2018. 12:38 WIB )
( Sabtu, 28 April 2018. 13:26 WIB )
( Sabtu, 28 April 2018. 14:00 WIB )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar